nutrition

Usia Bukan Halangan Untuk Bergerak Aktif

  • July 07, 2019
  • 2 min read

Rayakan Hari Lanjut Usia Nasional, Anlene Edukasi Masyarakat Indonesia untuk Proaktif Investasi Kesehatan Mulai Dari Sekarang.

Jakarta, 7 Juli 2019 - Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan sekitar 30% lansia memiliki ketergantungan akibat cedera dan penyakit tertentu seperti jantung, stroke, dan lainnya.

Padahal lansia dapat tetap hidup produktif dan sehat, jika menjaga kesehatan sejak dini dengan bergerak aktif dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya. Oleh karena itu dalam perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Anlene™, merek produk nutrisi susu di bawah naungan Fonterra Brands Indonesia, mendukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk proaktif menginvestasikan kesehatannya mulai dari sekarang, agar dapat terus hidup sehat dan bergerak aktif di hari tua.

Kegiatan edukasi ini merupakan kelanjutan komitmen antara Fonterra Brands Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rhesya Agustine, Marketing Manager Anlene™, Fonterra Brands Indonesia

click to expand

Rhesya Agustine, Marketing Manager Anlene™, Fonterra Brands Indonesia mengatakan, ”Kegiatan edukasi ini merupakan kelanjutan komitmen antara Fonterra Brands Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sesuai Nota Kesepakatan yang telah ditandatangani bersama pada 2018 lalu. Kerja sama ini ditujukan untuk mencapai target nasional United Nations Sustainable Development Goal (SDG’s) serta Global Action Plan on Physical Activity (GAPPA) dari World Health Organization, yaitu penurunan gaya hidup kurang gerak pada orang dewasa sebesar 15% di 2030.”

Menurut Badan Pusat Statistik, lansia atau masyarakat dengan usia lebih dari 60 tahun, masih termasuk dalam kategori usia produktif (15 tahun - 65 tahun). Meski demikian, Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa 22% lansia di Indonesia mengalami disabilitas ringan, dan 3,7% mengalami disabilitas sedang, berat, dan tergantung total.

Lebih lanjut Riset Kesehatan Dasar 2018 menjabarkan ketergantungan lansia akibat penyakit tertentu yaitu :

  • Penyakit Jantung: 30,2% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,0% lansia mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
  • Penyakit Diabetes Melitus: 30,6% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,2% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
  • Penyakit Stroke: 33,3% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 23,3% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
  • Penyakit Rematik: 28,4% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 2,6% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
  • Cedera: 29,7% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,9% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.

Rhesya Agustine menambahkan “Anlene™ merupakan pionir yang secara konsisten menginspirasi masyarakat Indonesia untuk menjalani hidup aktif dan sehat hingga usia lanjut sejak 1999, melalui edukasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tulang, sendi, dan otot.

Salah satu bentuk komitmen kami adalah kampanye AnleneTM 10.000 langkah dan Ayo Indonesia Bergerak, sekaligus mengedukasi masayarakat untuk mengonsumsi Anlene™ sebagai bentuk investasi kesehatan proaktif. Kami percaya dengan nutrisi yang tepat, usia bukanlah halangan untuk bergerak aktif dan menjalani hidup secara maksimal.

Di kesempatan HLUN ini, Anlene™ juga  turut mendukung senam massal dan penyediaan Move Check untuk pemeriksaan kesehatan dan kepadatan tulang serta body age.”

Anlene™ dengan formula MoveMax™ (tinggi kalsium, protein, kolagen) membantu memelihara kesehatan tulang, sendi, dan otot serta mendukung gaya hidup aktif.

Kini, Anlene™ telah meluncurkan Anlene™ Gold Plus dengan formula ganda MoveMax™ (Kalsium, Protein, Kolagen) dan Beatplus™ (serat tinggi dari gandum dan inulin, kalium, vitamin B9 dan B12 esensial, tanpa tambahan gula, rendah kolesterol, dan rendah lemak jenuh) untuk membantu menjaga kesehatan tulang, sendi, otot, dan menjaga kadar kolesterol darah, tekanan darah, dan gula darah tetap stabil.